Jamin Ketersediaan Stock Darah 

Jadikan Donor Darah Sebagai Tren untuk Jaga Kesehatan

HM Noer MBS SH

PEKANBARU-(KIBLATRIAU.COM)-- Guna menjamin ketersediaan stok darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekanbaru akan menggalakkan program 1 RT 2 pendonor sebagai duta donor darah atau pion yang akan mensosialisasikan pentingnya mendonor darah di tengah masyarakat.

Inisiasi tersebut muncul seiring telah dilantiknya pengurus PMI Kota Pekanbaru masa bakti 2018-2023 dan pengurus PMI tingkat kecamatan yang dihadiri dan disaksikan sekaligus oleh Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT Minggu (22/7) kemarin.

Ketua PMI Kota Pekanbaru yang baru dilantik Drs H Mohd Noer MBS SH MSi MH mengatakan, inisiasi program 1 RT 2 orang ini dianggap sangat membantu menjamin dan menjaga ketersediaan stok darah di PMI agar tetap aman hingga dibutuhkan oleh masyarakat. Inisiasi tersebut juga didasari dengan meningkatnya jumlah penduduk Kota Pekanbaru yang mana saat ini bisa dikatakan berjumlah 1,2 juta jiwa, dan melalui populasi tersebut PMI terpanggil untuk mengajak masyarakat agar bersedia mendonorkan darahnya demi kepedulian sosial, membantu antar sesama, serta untuk menjaga kesehatan.

"Setetes darah yang diberikan akan menyelematkan orang lain. Oleh sebab itulah yang mendorong kita (PMI,red) untuk
menggalakkan program 1 RT 2 pendonor. Mekanisme nanti akan kita serahkan ke pengurus (PMI) kecamatan,'' ungkap M Noer. Pria yang juga menjabat Sekretaris Kota Pekanbaru tersebut juga menjelaskan 1 RT 2 orang pendonor pada dasarnya hanya bersifat langkah awal. Seperti pada sistem multilvel, Mohd Noer mengatakan 2 orang pendonor tadi akan diupayakan menjadi duta atau pion yang juga dapat mensosialisasikan serta mengajak masyarakat lainnya untuk cinta terhadap donor darah.

''Di Pekanbaru ada sekitar 2800-an RT. Nah, jika program ini berhasil, maka tidak menutup kemungkinan PMI akan mendapatkan sebanyak 5000 kantong lebih jika dilakukan rutin setiap bulan,'' sebutnya. Mengenai populasi penduduk Kota Pekanbaru yang berjumlah 1,2 juta jiwa, M Noer mengharapkan kepada masyarakat timbul kesadaran yang
tinggi untuk melakukan kegiatan donor darah.

 Berdasarkan kalkulasinya, diantaranya 1,2 juta jiwa penduduk tersebut, jika seumpama ada sekitar 600 ribu penduduk usia dewasa yang mendonorkan darahnya sekitar 10 persen saja, maka PMI otomatis akan mendapatkan tambahan stok sekitar 6000 kantong darah.

"Inilah yang kita harapkan kepada masyarakat kita. Kebutuhan kita sehari itu ada 100-150 kantong perhari. Jadi kalau dikalikan sebulan, setidaknya kita akan mendapatkan 3000-5000 kantong,'' terang Noer lagi. Selain itu pihaknya terus menggalakkan sosialisasi peduli donor darah ini hingga merangsek ke dunia pendidikan. MSelain itu M Noer mengatakan sosialisasi ini untuk bagaimana memberikan informasi sebanyak mungkin kepada orang lain agar mau mendonorkan darahnya telah dilakukan di beberapa jenjang pendidikan.

''Seperti SMA, kalau siswanya yang kelas III atau kelas II  telah berusia 17 tahun berhak untuk ikut donor darah. Sementara untuk jenjang SMP dan SD sasaran lebih kita fokuskan ke guru-guru dan anak didiknya untuk  kita jadikan sebagai binaan dan bisa menyampaikan kepada orangtuanya untuk donor darah melalui kegiatan Palang Merah Remaja (PMR). Semoga, donor darah ini dapat mengubah stigma bahwa donor darah tak dianggap lagi sebagai kegiatan yang menakutkan. Namun masyarakat dapat menjadikannya sebagai tren atau gaya untuk menjaga kesehatan, dibalik amal dalam beribadah dan timbulnya jiwa sosial yang tinggi," harap M Noer. (Kur)


Berita Lainnya...

Tulis Komentar